Memantau Kesehatan Pendaki Lewat ISDN
June 5, 2008, 10:04 am
Filed under: Lingkungan Hidup

Perusahaan telekomunikasi dunia, AT&T, kini sedang mempersiapkan dokter jarak jauh (telemedicine) khusus untuk memantau para pendaki gunung Himalaya. Telemedicine ini menggunakan fasilitas ISDN (Integrated Services Digital Network) yang menghubungkan puncak-puncak bersalju Himalaya dengan Amerika Serikat sebagai pusat pemantau. Lima pendaki yang berusia antara 32 sampai 44 tahun akan dimonitor terus kondisi kesehatan mereka, lewat alat monitor status kesehatan dan kamera yang dipasang di tiap kepala pendaki.

Alat monitor ini akan mengirimkan data kesehatan dan posisi terakhir secara terus-menerus, sementara kamera memperlihatkan keadaan setempat ke base camp. ISDN akan mengirimkan status kebugaran, daya tahan, dan karakteristik fisik pendaki, seperti detak jantung, pernapasan, aliran darah, dan data lainnya.

Monitoring ini diperlukan khusus untuk mengetahui kondisi pendaki pada alam yang ekstrem seperti pada ketinggian sekitar delapan kilometer yang dijadwalkan akan berlangsung akhir bulan ini. Data itu dari base camp di ketinggian 18.000 kaki (sekitar enam kilometer dari permukaan laut) dipancarkan ke satelit Inmarsat di atas Lautan Hindia yang lalu mengirimkannya ke stasiun bumi Malaysia. Dari Malaysia data dan gambar dikirim lewat kabel laut ke Global ISDN di Santa Paula, California, yang lalu ditransfer ke Video Conference Bridge Denver, Connecticut. Dari sini, data langsung dikirim ke Institut Teknologi Massachusetts (MIT) dan Universitas Yale.

Menurut Rick Roscitt, Dirut dan CEO (Chief Excecutive Officer) AT&T Solutions, satu manfaat penting dari hubungan telemedicine ini adalah dimungkinkannya pemakaian langsung teknologi alat-alat kesehatan untuk penanganan kesehatan di seluruh dunia. Data kesehatan para pendaki nanti bisa dimonitor di seluruh dunia lewat jaringan internet melalui situs i http://www.everest.org. AT&T sendiri sudah berpengalaman menyelenggarakan pengobatan jarak jauh dengan menggunakan ISDN dan ATM (Asynchronous Transfer Mode) antara beberapa rumah sakit yang berjauhan, menyiapkan konferensi lewat video dan transfer data. (hw)

Dikutip dari: Kompast News Yan WK Gappala14

E-mail Pengirim: redaksi@kompas.com